Kampung Bambu Jetis: Harmoni Alam dan Ekonomi Kreatif

January 2, 2026

DAPOBUD-OPK: Pengetahuan Tradisional,

Di Padukuhan Jetis, Kalurahan Budaya Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Sleman, tumbuh subur berbagai jenis bambu yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar. Keberadaan bambu ini dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumberrejeki, yang digagas oleh Bapak Rohmad bersama rekan-rekannya, dengan ketua kelompok, Bapak Gandung Sunardi. Melalui tangan kreatif para perajin, bambu diolah menjadi berbagai produk bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi tinggi. Hal ini juga tidak lepas dari perhatian serta dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kepada KTH.

A. Inovasi Kerajinan Bambu

Berbagai hasil kerajinan bambu telah tercipta, mulai dari gazebo, meja, kursi, tirai, tempat lampu, tempat tisu, hingga aneka keranjang untuk buah maupun hampers. Karya-karya ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah menembus pasar luar daerah melalui sistem pre-order atau sesuai permintaan pelanggan. Pesanan datang dari berbagai kota besar seperti Bogor, Jakarta, Cirebon, hingga Surabaya.

B. Menjaga Ketersediaan Bahan Baku

Agar pasokan bahan baku tidak terputus, sejak tahun 2019 KTH Sumberrejeki memulai program pembibitan. dan penanaman bambu. Jenis bambu lokal yang dibudidayakan antara lain bambu petung, bambu wulung. dan bambu tutul. Upaya ini dilakukan agar para perajin tidak perlu mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

Tak hanya bambu lokal, kelompok ini juga menanam berbagai varietas bambu dari mancanegara, seperti bambu Buddha, bambu pagar kuning dan hijau dari Tiongkok, bambu Haldamyil dari Thailand, bambu minor dari Jepang, bambu dendrocalamus, bambu asper, hingga bambu balcoa dari Bangladesh. Hasil yang sudah terwujud adalah pembibitan bambu dengan sistem stek batang.

C. Harapan dan Masa Depan Kampung Bambu Jetis

Para petani hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) memiliki harapan besar untuk masa depan bambu di wilayah mereka. Ke depan, mereka ingin memperluas lahan sekaligus menanam lebih banyak bambu agar tercipta cadangan stok yang melimpah. Dengan begitu, ketersediaan bahan baku untuk kerajinan bambu bisa terus terjaga, sekaligus mendorong kemajuan para perajin serta peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, hasil kerajinan bambu dapat lebih terkenal, berkembang maju dan dapat menembus pasar internasional.

Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah lahirnya konsep Hilirisasi Bambu, yaitu pemanfaatan bambu dari hulu hingga hilir. Prosesnya dimulai dari pembibitan, pengelolaan kebun, hingga menghasilkan karya kerajinan yang bernilai seni tinggi. Seluruh rangkaian itu kini dikemas dalam bentuk wisata edukasi bernama Kampung Bambu Jetis.

Di tempat ini, pengunjung dapat belajar berbagai hal seputar bambu, mulai dari membuat bibit, menyusuri kebun bambu, hingga mencoba langsung proses pembuatan kerajinan. Semua pengalaman itu memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi perajin, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dekat potensi bambu. Instagram: @kampungbambujetis

Salam Budaya Lestari Budayaku. (riskanurumairoh)