
Lengkong adalah desa kuno. Hal ini terbukti dengan banyaknya artefak yang ditemukan. Peneliti asal Belgia, Veronique Myriam Yvonne Degroot mencatat bahwa artefak di Lengkong ditemukan di dasar Sungai Krasak. Artefak itu berupa stupa. Sedangkan luasan dari dasar stupa itu diperkirakan 120 meter persegi.
Menurut Rejo Utomo (72), tahun 1985 ada aktivitas penambangan pasir menggunakan alat berat (backhoe). Dari aktivitas itu ditemukan batuan candi. Batu berielief seorang wanita masih tergeletak di sawah. Melihat dari bentuknya, arca tersebut biasanya berada di kaki atau tubuh candi.
Di dalam dusun, terdapat fragmen arca berupa kaki dalam posisi bersila. Ukuran kaki itu sebesar kaki manusia dewasa. Di pinggir jalan masuk dusun, terdapat sebuah batu yoni dalam keadaan masih utuh. Dengan masifnya artefak ini, Lengkong sudah ada sejak zaman peradaban klasik (Hindu Budha). Bahkan mungkin jauh lebih tua dari itu.
